.do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none; }

Jumat, 26 Juni 2015

SURAT UNTUK CINTA PERTAMA




https://estyriyani.files.wordpress.com/2011/06/20081211-coffee-mug2.jpg


Hai Jutek,
            Sudah sekian tahun kita tepisah, ingin rasanya kau kusapa dengan senyum termanis kebanggaanku hahaha..  Meski sudah tak bersama-sama salahkah aku demikian? Karna rindu bukan berarti harus saling memiliki kan? Ini ceritamu, cerita kita bersama yang ingin aku abadikan. Sekedar mengenang, sekalipun banyak sedihnya kau tetap manis untuk diceritakan.
            Kau pencuri hatiku, pencuri hariku, pencuri mimpiku. Selama tiga tahun kita bersama, kau tahu bagaimana susahnya aku melupakanmu. Kau pergi begitu saja, katamu kau tak mau kita berteman baik setelah putus, karna akan susah untuk melupakanku. Lalu kenapa harus meninggalkanku? Ya aku tahu alasanmu, tapi tak bisakah kau menungguku? Tapi rasanya percuma. Dan aku bisa apa, sekeras apapun aku meyakinkanmu rasanya percuma kalo kau tak ada niatan untuk bersama.
            Kita dulu tinggal satu kota, tapi karena kesibukan pekerjaanmu yang menyita harimu. Kita jarang bertemu, aku tak mempermasalahkan itu. Layaknya di film ‘Her’ kita menjalani hari seperti itu. Dihabiskan lewat telepon seluler setiap hari, ya memang seperti itu. kau bahkan seperti Scarlett johansson, kau bernyanyi untukku ditengah malam. Kuakui suaramu memang bagus, kau dulu mantan personel band. Meski kau jutek, galak, disini kau lebih sweet dari makanan terang bulan yang kau kesukaanmu. 


Aku menyukaimu, menyukai hubungan ini. Tanpa bisa aku jelaskan lebih detail. Aku benar-benar menyukainya. Kau yang selalu bercerita dengan duniamu, walau aku tak tau pasti siapa orang yang kau ceritakan itu. Ini sulit kuperjelas. Karna aku sudah membuangnya. Sekuat tenaga aku berusaha untuk move on dan bahagia. Meskipun berkali-kali gagal, aku tetap mencobanya. Seperti aku mempertahankanmu dulu meski hasilnya sia-sia. Setidaknya aku pernah berusaha.

            Jutek.. ini sulit aku lalui. Berapa lama patah hati ini aku jalani. Tapi beban ini tak seberat harimu bukan? Karna aku tahu kau sudah berbahagia. Dengan wanita pilihanmu, kau putuskan untuk berkeluarga. Tentu aku mendoakan yang terbaik untuk hidup barumu. Selagi aku berdoa pula untuk hidupku agar aku bisa menemukan penggantimu. Mencoba ikhlas itulah yang aku terus upayakan.
            Sama seperti mencintaimu, aku butuh waktu mungkin lebih lama dari dirimu untuk menyembuhkan lukaku.Untuk membiasakan diri tanpa dirimu. Meski harapan-harapan mimpi berusaha memaksamu kembali. Aku nggak mau berlarut sedih seperti ini. Ini sudah jauh aku lalui. Waktunya untuk mencari pengganti, aku berharap itu seperti dirimu. Aku selalu membandingkan, begitu banyak pertimbangan. Hingga aku menyesal, aku tak boleh demikian. Karna nasib orang bisa ditentukan, tanpa perlu membandingkan.

            Jutek.. aku tak mau mengingatmu terlalu lama. Akan menyiksa. Aku tak mau merindu terbalut luka. Mungkin mimpi tak harus sejalan dengan kenyataan. Itulah yang aku coba terima sekian waktu ini. Cukup untukku mengerti bahwa kaulah kebanggaan dalam percintaanku. Itu saja.  Semoga cinta bisa mengenang kita, seperti aku mengenangmu. Sebagai masalalu pendewasaanku.

Salam rinduku ,
Pengenangmu


MiLA
  
             
           
             

Kamis, 21 Mei 2015

The Broken Journey (Part 2)





Lanjutan cerita dari Muhammad Hanif Al-Basyar (@Mhmmdnhniff dari blog: siluetsorehari.blogspot.com 
---

Maafkan Aku, Dik...


Dinginnya pagi terasa menusuk-nusuk badanku. Memaksaku untuk bangun. Ini hari kedua kami tersesat di Gunung Gede. Aku terkulai lemas. Kaki kiriku mati rasa, tidak bisa digerakkan. Aku menahan tangisku agar tidak terdengar. Ini sungguh sakit.

Aku kasihan melihat Sekar. Adikku itu masih tertidur pulas di sebelahku. Untunglah dia membawa jaket tebal yang cukup menghangatkan badannya. Namun aku mencemaskan nasib adikku. Ini salahku. Aku ingin memberikan kesenangan pada adikku, karena ini pertama kalinya dia naik gunung. Tetapi, dia malah harus merawatku.

Seolah nasib burukku belum usai setelah peristiwa yang terjadi sebelumnya. Aku masih belum sembuh dari patah hati karena Riyan, mantan pacarku. Ia memintaku untuk menikah dengannya. Sedangkan usia kami masih terlalu muda. Aku belum siap untuk menikah. Aku berusaha memberikan pengertian kepadanya agar mau menunggu sampai kami selesai kuliah dan mendapatkan pekerjaan. Saat usia kami sudah matang dan siap menjalani rumah tangga. Aku pikir, waktu itu dia bisa mengerti. Nyatanya, dia memilih untuk mengakhiri hubungan kami. Setahun kemudian, Riyan menikah dengan perempuan lain. Sakit rasanya hatiku bila mengingat itu.

Suara ribut di luar tenda merusak lamunan sedihku. Sekar pun ikut terbangun.
"Bekal makanan kita habis!" Kulihat Hanif berdiri lesu di depan tenda.
"Bagaimana ini? Aku mau pulang!" seru Mega. Ia menerobos keluar dari tenda kami.
"Tenanglah. Kita pasti bisa pulang," ujar Hanif, mencoba menghibur Mega.

Namun, aku tetap khawatir. Jika kami di sini terus, kami yang sudah kehabisan makanan malah tidak bisa turun karena tenaga yang berkurang.

Sekar memeriksa badanku yang mulai mengigil karena demam. Aku sudah pasrah dengan apa yang akan terjadi pada diriku nanti. Aku hanya bisa berdoa semoga kami bisa pulang. Dan bisa bertemu dengan keluarga kami yang telah menunggu di rumah.

"Kak Mila, kakimu tambah bengkak!" seru Sekar.
"Nggak apa-apa, Dek. Kakak akan sembuh dan kita akan pulang ke rumah." Aku berusaha menguatkannya agar tidak khawatir.
"Aku kasih balsem lagi ya, Kak. Biar kaki Kakak lebih hangat."
"Dek.. bilang ke Kak Hanif, kita lanjutkan perjalanan saja. Kakak kuat kok."
Setidaknya, aku akan berusaha untuk terus berjalan, agar kami tidak tersesat terlalu lama. Aku tidak mau mereka semakin khawatir kepadaku.

Sebelum tengah hari, kami memutuskan melanjutkan perjalanan. Hanif dan Rama melipat tenda. Aku berusaha dengan gigih untuk berjalan, dibantu Sekar dan Mega. Bekal makanan kami ada yang bisa diselamatkan, tetapi cuma sedikit.

Aku masih sempat memperhatikan perasaan canggung Mega yang berusaha menghindari Rama selama perjalanan. Aku pernah mengalaminya. Perasaan aneh setelah putus cinta. Rama dan Mega pernah berpacaran, lalu putus. Dan sekarang, mereka berada dalam satu tempat. Ini pasti sulit.

Hanif memimpin kami. Ia berjalan di depan, memilih jalan yang tidak begitu curam, agar aku bisa melewati medannya. Rama yang tidak sabaran melihat kondisiku seperti itu, berusaha membujuk Hanif untuk berhenti.
"Kak Hanif, kalian tunggulah di sini. Aku akan mencari bantuan. Kasihan Mila..."
"Rama, please sabar. Kita memang tersesat. Tapi percaya sama aku. Kita semua akan menemukan jalur turun."
Tanpa menghiraukan Rama, Hanif berlalu. Rama menoleh pada Mega, ingin memastikan apakah dia juga mendengar percakapannya dengan Hanif. Tetapi, kelihatannya tidak.

Hari mulai gelap. Kami sudah berjalan berjam-jam dan masih berputar-putar di tempat yang sama. Kami lapar dan kedinginan. Dedaunan sudah mulai basah akibat kabut gunung yang turun, menghalangi pandangan kami. Aku menggigil. Langkahku mulai tertatih, napasku pun terengah-engah. Pandangan mataku kabur. Kakiku lemas. Aku menarik tangan adikku.

"Tunggu...," bisikku.

 Lalu semuanya gelap.

 ---

Ditulis untuk Lomba Cerita Berantai Love Cycle Gagasmedia dari #TimPatahHati

Simak kelanjutan ceritanya di sweetwinterclo.blogspot.com oleh Mega Fradina (@fradinaclo)

Sabtu, 13 Desember 2014

Lirik Lagu SOUL OF REBELL (LAGU HIP HOP JAWA)




SOUL OF REBELL
 
Adalah . . .
Sebuah group hip hop asal jogja yang mengusung lagu-lagu bahasa jawa bertema patah hati
Kebanyakan merupakan ciptaan dati soul of rebell sendiri tema lagu yang diusungnya dengan aliran hip hop bahasa jawa
Ada pula lagu coveran dari penyanyi lain. Tentu saja lagunya bahasa jawa dan bertema patah hati atau pun tentang penantian, untuk menyihir pendengar untuk mendengarkan lagu patah hati
Ada beberapa yang termixing dengan baik tapi ada beberapa pula yang suaranya malah flash dan kurang baik rekamanannya seperti contohnya lagu penantian. Yang saya nilai sangat hancur padahal konsep lagunya bagus.
Oleh karena itu lirik lagu yang saya berikan disini, lagu-lagu dari soul of rebell yang keren untuk didengarkan, sekali lagi menurut saya.
Maaf untuk biografinya tidak saya berikan karena saya mencari-cari kemana-mana hasilnya nihil. So. . . mohon pengertiannya.
Silahkan menyimaknya disini. . .




Ninggal Aku
  
Reff .
Yow mung sliramu.. sing ning atiku,
Sak lawase uripku mung kanggo awakmu
Opo kowe tego ninggalke aku
Jrone batinku netes iluhku

Sliramu sing saben dino ono neng pikiranku
Nganti sliramu kegowo ono neng mimpiku
Padahal aku wis coba nglalekake sliramu
Tak lalike nganti keloro-loro atiku
Aku ngerti pancene aku wong sing ra duwe
Ra pantes trima trisno tulus soko kowe
Ngopo kowe tego gawe aku koyo ngene
Mugo sing tak lakoke iki ono balesane

Kowe wis tak wanti-wanti ojo nganti mblenjani
Mblenjani janji sing mbok ucapke soko ati
Kui tresno dijogo ojo malah dilarani
Mergane larane mung gawe nyeseke neng ati
Opo atimu mung saiki wis kanggo wong liyo
Kok kowe tego gawe atiku keloro-loro
Pancene sliramu uwis ora isoh setio
Ninggalke awakku tanpo ono rasa doso

Reff .
Yow mung sliramu.. sing ning atiku,
Sak lawase uripku mung kanggo awakmu
Ngopo kowe tego ninggalke aku
Jrone batinku netes iluhku

Saiki aku mung bisa nompo opo annane
Mergane aku wis iseh kerep gawe salah ro kowe
Opo kowe malah lungo ninggal aku dewe
Kowe ra mikir nek dadi aku piye larane
Jarene tresnomu mung kanggo aku tekanne mati
Tapi ngopo kowe malah tego mblenjani janji
Aku sing neng kene mung bisa nompo loro ati
Aku mung biso nyawang kowe karo nangisi

Esemanamu sing ra bakal gawe atiku loro
Gawe uripku dadi ra bakal nelongso
Nganti sliramu sak lawase neng uripku
Kui sing tak impekke neng saben wengiku
Opo kowe ra kroso nek kowe sing tak trisno
Nanging opo kowe kok malah mbalelo
 Saiki mikiro aku ki kurang opo
Kurang bagus, kurang sugih, opo kurang setio?

Reff.
Yow mung siji sliramu.. sing ning atiku,
Sak lawase uripku mung kanggo awakmu
Opo kowe tego ninggalke aku
Jrone batinku netes iluhku






PHP

Reff.
Jujur ati sing tak roso aku ra isoh
Yen nyawang kowe ro wong liyo
Mergo atiku wis loro
Ngenteni tresnomu.. sing wis gawe atiku dadi cidro  2x
                                                             
Bingung rasane aku iki kudu kepiye
Pas atiku ngroso tresna kok kudu koyo ngene
Roso tresno nggo awakmu sing wis tak pandeng suwe
Neng aku ra nyono kowe seneng koncoku dewe
Netes iluhku yen kelingan marang sliramu
Kebayang saben wektu ono ing jero atiku
Opo aku ra pantes nyanding awakmu
Ngenes sing tak rasake yen kelingan sliramu

Yowis aku ngalah timbang wetok kancaku bubrah
Aku trimo ngalah mergo aku ra pengen salah
Aku trimo wae cukup aku sing roso susah
Aku melu seneng yen nyawaang koncoku bungah
Jane aku ra lilo nek aku mentingke konco
Yen nyawang sliramu kui jane atiku loro
Nek setengah ati iki isih roso tresno
Neng ati mung trimo meneng aku wis coba trima

Reff.
Jujur ati sing tak roso aku ra isoh
Yen nyawang kowe ro wong liyo
Mergo atiku wis loro
Ngenteni tresnomu.. sing wis gawe atiku dadi cidro 

Yow mung ono siji pesenku kanggo kowe
Jogo tenanan ojo nganti loro atine
Mungkin kowe pancen luwih pantes dinggo wonge
Tansah mikirke aku iki wis cobo nglilangke
Aku nyoba nglilangke roso tresno neng ati
Aku yow ngerti yen wedokan kui ra mung siji
Neng ngopo aku tekan saiki aku ra biso lali
Yen pas kebayang esemanmu gawe tangise ati

Ra kuat ngempet loro yen pas weroh kowe bareng
Kowe sing tak tresno karo kancaku dewe seneng
Aku ngampet loro neng aku yow mung trimo meneng
Aku trimo sing penting kowe wong loro seneng
Wektu sing bakal ngilangke roso loroku iki
Ono wong liyo sing bakal gawe senenge ati
Sing isoh trimo apo anane soko aku iki
Trisno tulus sing tak jogo  nganti tekanne mati

Reff.
Jujur ati sing tak roso aku ra isoh
Yen nyawang kowe ro wong liyo
Mergo atiku wis loro
Ngenteni tresnomu sing wis gawe atiku dadi cidro  2x



KELINGAN JANJIMU

Reff.
Netes iluhku yen kelingan sliramu
Ra nyongko atiku, kowe ninggalke tresnaku
Aku.. mung isoh nangisi lungamu
Ninggalke aku, gawe loro atiku
Biyen janjimu ra bakal ninggalke tresnaku
Meneh janjimu ngucap jare mung ono aku
Sak lawase uripku, aku sing neng atimu
Lorone atiku, yen kelingan janjimu, ro aku.

Aku sing ra nyongko karo opo lelakonmu
Janji sak lawase neng lungo ninggalke tresnaku
Opo mergo bondo kowe tego ninggalke aku
Aku wis trima yen iki pancen keputusanmu

Aku nyoba nglalekake kabeh kenangan neng ati
Yen dieling-eling marai netes iluh iki
Opo salahku tekan saiki aku ra ngerti
Opo ono wong liyo sing ngrusak kabeh iki

Tak trimake kabeh iki tak anggep wis takdire
Rasa tresnamu yow mung nggo aku mung cukup semene
Yen saiki opo sing dadi kenyataanne
Saben dino yen kelingan aku mung biso nangis
Ra nyongko atiku, Yen kabeh janjimu mung lamis
Jebulane sliramu kui lambene yow mung tipis
Tinggal aku neng ati rasane koyo diiris

 Reff.
Netes iluhku yen kelingan sliramu
Ra nyongko atiku, kowe ninggalke tresnaku
Aku.. mung isoh nangisi lungamu
Ninggalke aku, gawe loro atiku

Biyen janjimu ra bakal ninggalke tresnaku
Meneh janjimu ngucap jare mung ono aku
Sak lawase uripku, aku sing neng atimu
Lorone atiku, yen kelingan janjimu, ro aku.
Yowis ora popo kabeh iki wis tak trimake
Aku yow isoh golek sing luwih soko kowe
Sing esoh nompo roso tresnaku opo anane
Ora mung waton ngucap akhire mung mbok tinggalke

Wis saking sabare aku ngadepi sliramu
Ning opo sliramu ra isoh ngerteni awakku
Cukup semene aku ngarepke tulus tresnamu
Nek tak pikir-pikir yow mung nglarani atiku

Atiku lan tresnaku wis tak tutup nggo sliramu
Rasah kowe ngarep bakal bali karo awakku
Aku wis cukup kesikso mergo kabeh tresnamu
Okeh wong liyo sing bakal esoh ngerteni aku
Aku mung jaluk kowe kui lungo sak lawase
Aku wis ra ngarep kowe bakal bali  neng kene
Tak trimake kabeh iki mergo wis takdire
Aku wis isoh trimo senajan loro rasane

Reff.
Netes iluhku yen kelingan sliramu
Ra nyongko atiku, kowe ninggalke tresnaku
Aku.. mung isoh nangisi lungamu
Ninggalke aku, gawe loro atiku

Biyen janjimu ra bakal ninggalke tresnaku
Meneh janjimu ngucap jare mung ono aku
Sak lawase uripku, aku sing neng atimu
Lorone atiku, yan kelingan janjimu, ro aku.




WIS  LILO

Chorus.
Nek pancen koyo ngene akhire
Cukup aku wae sing ngrasake lorone
Kabeh iki mungkin wis takdire
Aku mbok tinggalake tanpo mikir larane

Tak akuni pancen loro pas kowe ninggal lungo
Mergane kowe biyen ono neng jiwo lan rogo
Neng saben dino atiku mung mbok tak gawe loro
Opo biyen tresnamu kui mung sandiworo

Jarene rasa tresna nggo aku tenanan
Mergane jaremu aku lanangan idaman
Tiwas kowe gawe seneng atiku ra karuan
Jebul akhir ninggalke aku marai edan



Neng pancen nek ra seneng mbok ngomong ket disik
Dadine ora gawe atiku dadi kecelik
Kowe ninggalke aku tanpo tok pikir sikik
Tak kiro sliramu kui ki pancen uwong sing becik


Chorus.
Nek pancen koyo ngene akhire
Cukup aku wae sing ngrasake lorone
Kabeh iki mungkin wis takdire
Aku mbok tinggalake tanpo mikir larane

Aku yen kon nglalekke kowe soko uripku
Nek saget yen kowe wis ninggalke aku
Aku isih esoh golek sing luwih ayu
Sing isoh nerimo opo anane soko awakku

Mbok kiro kowe wadokan sing ayu dewe
Padahal akeh sing luwih apik soko kowe
Yen dadi bojoku aku mung soyo kere
Kowe tresno karo aku mergo duite

Kowe arep ngopo wae aku wis ora urus
Mergane polah tingkahmu kui ura urus
Sak karepmu sak polahmu kowe arep ngopo
Mergo aku karo kowe wis ora ono opo-opo


Chorus.
Nek pancen koyo ngene akhire
Cukup aku wae sing ngrasake lorone
Kabeh iki mungkin wis takdire
Aku mbok tinggalake tanpo mikir larane

Aku arep nglaleake wis ra bakal kelingan
Kowe kui sing hobine nglarani lenangan
Opo pancen kowe kui ora duwe belasan
Gawe utekku bocor alus edan ra konangan

Pancen anggel nglaleke sliramu soko atiku
Neng kabeh musti isoh mung butuh nganggo waktu
Kowe kui ora luwih yow mung menang ayu
Aku ra ngiro jebule yen kowe bosok atimu

Arep iye meneh nek takdire tekan kene
Aku wis nyoba dadi sing paling apik mung nggo kowe
Tapi opo tau mbok hargai malah mung tak sepeleke
Pesen terakhirku enteni wae karmane

Chorus.
Nek pancen koyo ngene akhire
Cukup aku wae sing ngrasake lorone
Kabeh iki mungkin wis takdire
Aku mbok tinggalake tanpo mikir larane




SEPARO TRESNO

(Verse.)
Yen pancen aku lan sliramu
Kudu nentokke dalane urip
Ngomongo terus erang, ora perlu alesan
Gawe coro  medot sesambungan

Wit biyen mulo aku kroso
Yen atimu mung separo tresno
Koyo sing tak rasake, ono tresno liyane
Pancen luwih becik mengkene

Roso tresno sing tak arep-arep bakal dadi slidore urip
Ra konyono malah dadi cidrone urip iki
Sak wetoro sku mikirke sliramu sing ninggalke awakku
Ra bakal tak getuni opo meneh tak tangisi
Tak ilangke kowe karo lanangan liyo
Senadyan awakku tresno tenan neng sliramu
Urip mung sepisan ra sah digawe beban
Mugo wae kowe isoh urip mapan

Chorus.
Ora bakal tak getunni
Opo meneh tak tangisi
Akeh sing liyane gelem nompo trisnaku
Bareng siso sisane trisnaku

Ora bakal tak getunni
Opo meneh tak tangisi
Akeh sing liyane, gelem nompo teka ku
Bareng sisa-sisane uripku

Sepine ati ora isoh tak apusi
Kelingan awakmu marakke aku dadi mbingungi
Padahal wis ono sing genteni
Tapi tetep wae aku raesoh bagi trisna iki
Sing tak tunggu mung kowe
Sing tak trisnani yow kowe
Tapi kowe ra mungkin bali neng kene

Uripmu saiki wis penak tumpakane wis setang bunder
Bedo karo aku nganggo ban bunder
Paitan kendel lan tenanan ora mikir kahanan

Chorus.
Ora bakal tak getunni
Opo meneh tak tangisi
Akeh sing liyane gelem nompo trisnaku
Bareng siso sisane trisnaku

Ora bakal tak getunni
Opo meneh tak tangisi
Akeh sing liyane, gelem nompo teka ku
Bareng sisa-sisane uripku

Siji loro telu aku trisno ning sliramu
Tapi saiki aku wis kelangan awakmu
Garek sisa-sisane trisnaku nggo kowe
Tapi kabeh bakal tak iling-iling
Supoyo dadi konco turu aku, lan guling

Tresno isoh teko soko kapan wae, karo sopo wae
Tapi aku ra esoh ganti awakmu karo wedokan liyane dirimu
Trisnaku tekan mati gusti kan dadi seksi

Chorus.
Ora bakal tak getunni
Opo meneh tak tangisi
Akeh sing liyane gelem nompo trisnaku
Bareng siso sisane trisnaku

Ora bakal tak getunni
Opo meneh tak tangisi
Akeh sing liyane, gelem nompo teka ku
Bareng sisa-sisane uripku



TRISNA SUDRO

Chorus.
Cah ayu- cah ayu tak enteni
Lilane wong tuamu maringke urip
Sing sabar-sing sabar yow trenaku
Ing nembe mburi bakal dadi duwekku

Yen abot sanggane nandang dadi wong sing sudro
Trisno tulus ra dipercoyo malah dipaedo
Opo pencen wong tuamu kuwi nandang sudrono
Tansah ngiro sliramu dadi uwong sing durjono
Kabeh paribasan turu pelesetan
Duh gusti uripku tansah kakean pacoban
Tapi lali wis nabung nagnti tekanne ati
Mung lilane wong tuamu isoh legane atiku

Bocah ayu ngertio roso trisna neng atiku
Roso trisno tulus mung kanggo marang sliramu
Ning opo wong tuamu ta ngrestoni trisnaku
Padahal wis tak korbanke kabeh kanggo awakmu
Duh gusti paringano kulo dalan sing padang
Supoyo kulo esoh entoke restu sing lapang
Wis supoyo kulo ora golek sing liyane
Amergo trena tulusku mung kanggo awakku

(Verse)
Duh Gusti sing tak puji
Paringono dalan kanggo jodoku


Chorus.
Cah ayu- cah ayu tak enteni
Lilane wong tuamu maringke urip
Sing sabar-sing sabar yow trenaku
Ing nembe mburi bakal dadi duwekku

Awan bengi tansah mung kelingan esemanmu
Esemanmu sing biso gawe ayemme atiku
Nganti tekan kapan isoh aku nyanding sliramu
Amergo mung sliramu sing ono neng atiku
Ngalor ngidul etan ngulon paitan modal dengkul
Ngetokke kowe sing koyo model gadis sampul
Mugo sing kuoso isoh ngerti opo  sing tak rasake
Opo sing tak jaluk bakal esoh tak kabulke

Ora bakal mungkin kulo ninggal sak lawase
Kulo pengen entok restu soko uwong tuamu
Mugo dongaku iki tak kabulke duh gusti
Mugo kono ora lali sing jenenge janji
Janji sing diucapke lambe soko ati
Aku mung pengen ngancani kowe nganti tekanne mati
Aku ikhlas yen kudu nunggu tekan semene
Angger aku entokke restu wong tuane

 Chorus.
Cah ayu- cah ayu tak enteni
Lilane wong tuamu maringke urip
Sing sabar-sing sabar yow trenaku
Ing nembe mburi bakal dadi duwekku

(Verse)
Duh Gusti sing tak puji
Paringono dalan kanggo jodoku

Chorus.
Cah ayu- cah ayu tak enteni
Lilane wong tuamu maringke urip
Sing sabar-sing sabar yow trenaku
Ing nembe mburi bakal dadi duwekku





Klaten, 13 desember2014


Sumber.

millarossa.blogspot.co.id